Loading icon
Dada Terasa Berat Dan Sesak

Dada Terasa Berat Dan Sesak

Share:

Tak hanya penyakit jantung, ada beberapa masalah kesehatan lain yang menyebabkan dada terasa berat dan sesak. Tak hanya memengaruhi kondisi psikis, depresi juga bisa berdampak pada kesehatan fisik Anda, termasuk merasa sulit bernapas. Adapun tanda dari depresi yaitu, putus asa, merasa bersalah atau tidak berharga, dan rasa sakit yang sulit dijelaskan. Angina terjadi ketika otot jantung tidak mendapat cukup darah, sehingga menyebabkan dada terasa amat berat dan sesak. Pneumotoraks terjadi ketika salah satu paru-paru Anda kolaps, sehingga udara bocor ke ruang antara paru-paru, dan dinding dada. Namun, ada sejumlah cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya dada sesak dan terasa berat dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Perbedaan Serangan Jantung dan Sakit Dada Biasa

Perbedaan Serangan Jantung dan Sakit Dada Biasa

Beberapa orang, saat mengalami sakit dada, mereka menyangka itu merupakan gejala penyakit jantung. Sebaiknya kamu tidak menunggu untuk mendapatkan bantuan medis apabila mengalami gejala peringatan serangan jantung.

Namun, biasanya mulai perlahan, dengan rasa sakit dada ringan atau tidak nyaman. Perhatikan tubuh kamu dan segera hubungi rumah sakit jika mengalami gejala berikut:.

Kondisi yang disebutkan di atas dapat muncul pada seseorang walau ia sedang istirahat. Rasa sakit pada bagian dada mungkin bisa saja hampir sama dengan serangan jantung. Jadi itulah perbedaan serangan jantung dengan sakit dada biasa yang perlu kamu kenali. Jika kamu mengalami gejala di atas, segeralah untuk mengkomunikasikannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Apabila perlu kamu juga bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc.

10 Penyebab Dada Terasa Sesak dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Dada Terasa Sesak dan Cara Mengatasinya

Lantas, bagaimana cara mengetahui penyebabnya dan langkah penanganan apa yang perlu dilakukan? Dada yang terasa sesak dapat menyulitkan Anda untuk menghirup atau mengembuskan udara.

Jika begini, cobalah untuk tidak langsung panik karena bisa membuat Anda semakin kesulitan bernapas. Lebih lengkapnya, simak penjelasan mengenai kondisi medis yang bisa mengakibatkan dada tiba-tiba sesak berikut ini.

Asma adalah salah satu penyebab dada terasa sesak yang paling umum. Jika sesak yang Anda rasakan diikuti oleh suara mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sesak napas, dan batuk-batuk (terutama di malam hari), kemungkinan besar ini adalah pertanda asma. Asma erat kaitannya dengan penyakit bawaan sejak kecil.

Namun, orang dewasa yang sama sekali tidak memiliki riwayat asma juga bisa kena serangan asma untuk pertama kali di usia dewasa.

7 Penyebab Dada Sesak Yang Perlu Anda Ketahui

7 Penyebab Dada Sesak Yang Perlu Anda Ketahui

Oleh karena itu, di dalam artikel ini akan dibahas mengenai apa saja penyebab dada sesak tersebut. Mungkin beberapa dari Anda akan berpikir bahwa dada terasa sesak tiba-tiba merupakan serangan jantung.

Kondisi ini dapat menyebabkan kadar karbondioksida turun secara drastis sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah. Hal ini karena, asma menyebabkan saluran udara menyempit dan membengkak, sehingga akan muncul perasaan sesak ketika Anda mencoba menarik napas. Ada beberapa penyebab kondisi ini bisa terjadi, salah satunya yaitu karena pola makan yang buruk dan kebiasaan merokok serta minum minuman keras.

Ada beberapa gejala lain yang umumnya ditimbulkan karena ketegangan otot yaitu pembengkakan dan sulit bernapas. Tentu saja kondisi ini akan berdampak pada aliran darah yang menuju paru-paru menjadi sangat terbatas. Pneumonia merupakan kondisi di mana paru-paru seseorang mengalami infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya peradangan pada kantong udara yang dipenuhi oleh cairan atau nanah.

Kenali Penyakit Lemah Jantung (Kardiomiopati Dilatasi)

Kenali Penyakit Lemah Jantung (Kardiomiopati Dilatasi)

Penyakit lemah jantung atau dalam bahasa medis disebut sebagai KARDIOMIOPATI DILATASI, mungkin tidak akan terasa pada awalnya. Bila kekuatan pompa jantung melemah, maka suplai oksien dan nutrisi ke seluruh tubuh secara otomatis akan menurun. Pada tahap awal, ciri-ciri lemah jantung biasanya belum dapat terlihat jelas atau bahkan tidak bergejala. Ketika memasuki tahap lebih lanjut atau sudah parah, ciri-ciri lemah jantung baru telrihat dan dapat dirasakan. Untuk memastikan apakah gejala yang dialami merupakan ciri-ciri lemah jantung, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Pasien lemah jantung disarankan untuk membatasi aktifitas fisik yang berat, mengurangi konsumsi air dan garam serta minum obat secara teratur.

5 Penyebab Dada Terasa Berat yang Patut Diwaspadai, Efek Depresi hingga Paru-Paru Robek

5 Penyebab Dada Terasa Berat yang Patut Diwaspadai, Efek Depresi hingga Paru-Paru Robek

Fimela.com, Jakarta Kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang dapat menjadi faktor penyebab dada terasa berat. Orang sering mengasosiasikan rasa berat di dada dengan masalah jantung, namun ketidaknyamanan ini bisa menjadi tanda kecemasan atau Depresi.

Perasaan berat adalah salah satu cara seseorang menggambarkan nyeri dada atau ketidaknyamanan. Dada terasa berat juga bisa artinya dada yang seperti ditekan dengan beban berat.

Tekanan dada adalah sensasi meremas, mengencangkan, meremukkan atau menekan di area dada, dengan atau tanpa nyeri. Kadang-kadang digambarkan sebagai perasaan terikat di sekitar dada atau sesuatu yang berat duduk di dada.

Untuk itu, penting bagi kamu mengetahui hal apa saja yang menyebabkan dada terasa berat. Berikut Fimela.com telah merangkum 5 penyebab dada terasa berat yang patut diwaspadai. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Waspada Nyeri Dada, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Waspada Nyeri Dada, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Ketika seseorang mengalami rasa sakit di dada, bisa jadi tanda penyakit jantung koroner yang berpotensi mengancam jiwa. Keluhan tersebut seringkali disertai dengan keringat dingin, sesak nafas, lemas, mual, muntah, dan terkadang rasa tidak nyaman di perut. Hal ini sering disebabkan oleh penumpukan plak tebal di dinding bagian dalam arteri yang membawa darah ke jantung. Sahabat MIKA, mari simak informasi seputar kesehatan jantung dari dr. Tito Phurbojoyo, Sp.JP, FIHA pada video berikut:. Sejumlah kondisi medis terkait gangguan pencernaan yang ditandai rasa sakit di dada adalah sebagai berikut:. Selain disebabkan oleh beberapa kondisi medis, nyeri dada juga dapat timbulkan ketika penderitanya melakukan faktor risiko tertentu.

Penelusuran faktor risiko merupakan hal yang sangat penting untuk menentukan kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung koroner. Pada penderita diabetes kesadaran untuk memeriksakan diri secara rutin mampu menghindarkan keterlambatan diagnosa penyakit jantung koroner yang dapat berakibat fatal.